
Seorang ibu tua sedang berjuang mencari makanan untuk kedua anaknya. Anaknya terbilang sudah berusia dewasa. Anak pertama bernama Syarif yang berusia 34 tahun dan yang kedua bernama Udin berusia 29 tahun. Seharusnya kedua anak tersebut dapat bekerja untuk membantu ibunya yang sudah renta itu, tetapi sayangnya kedua anaknya itu mengalami keterbelakangan mental. Ibu tua itu tetap berjuang menghadapi nasib yang berat, apalagi setelah ditinggalkan oleh suaminya yang tidak bertanggung jawab karena merasa tidak pantas mempunyai kedua anak yang memiliki keterbelakangan mental. Setelah ditinggalkan oleh suaminya itu, Ia berusaha untuk mencari penghasilan dengan bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Tetapi yang didapat hanyalah siksaan lahir serta batin dari majikannya tanpa meraih penghasilan yang seharusnya. Demi kedua anaknya itu, Ia rela menderita akibat siksaan dari sang majikan.
ini hanya bekerja sebagai kuli angkat sayur-sayuran dipasar dengan penghasilan Rp 2000,- per kilogramnya dan pekerjaan ini belum tentu didapatkan setiap harinya, tetapi ia tidak kehabisan akal untuk memenuhi kebutuhan anaknya itu, ia membantu berdagang dipasar dengan keuntungan 15% dari keseluruhan penjualannya. Suatu ketika ia menjadi kuli dan mengangkat sayur.Pekerjaan itu tidak selamanya dilakukan olehnya, ketika usianya yang memasuki umur 60 tahun ia dikeluarkan oleh majikannya karena dianggap tidak berguna lagi. Memang tubuhnya sudah renta, tetapi semangatnya masih berkobar-kobar seperti api yang membara. Sekarang diusianya yang sudah 64 tahun dan tidak memiliki pekerjaan yang tetap dan menghasilkan pendapatan yang mencukupi. Sekarang ibu tuar-sayuran ke dalam pasar, tiba-tiba meneteslah darah dari hidungnya. Ibu itu tidak sadar kalau dirinya sedang sakit. Dan tiba-tiba ibu itu terjatuh, tetapi tidak ada satu orang yang berlalu-lalang di pasar yang berniat untuk membantunya ketika melihat ibu tua ini berusaha untuk bangun dan membereskan sayuran-sayuran yang tergeletak berserakan.
Karena dianggap melakukan kesalahan, pemilik sayuran-sayuran itu memberhentikan sang ibu tua dan meminta ganti rugi kepadanya, karena sudah merusakan 2 kilogram sayurannya. Sang ibu hanya memohon dan menangis, tetapi pemilik sayuran itu mendorong dan menendang ibu tua itu. Sungguh tidak berkeprimanusiaan sekali, orang-orang yang ada dipasar sama sekali tidak ada yang menolong si ibu tua itu. Akibat luka dikepala akibat benturan dari tendangan itu, sang ibu meninggal dunia dalam waktu yang begitu cepat. Barulah saat itu, orang-orang dipasar melarikan sang jasad sang ibu tua itu ke puskesmas terdekat dan pemilik sayuran tadi langsung pergi tanpa meninggalkan jejak.
Begitulah sepenggal kisah nenek tua yang renta. Biarpun beliau sudah tua, semangatnya untuk menjalani hidup ini patut kita jadikan sebagai panutan.
hai~ kertas nya kq burem..
BalasHapus\(^0^)/
itu jelas kok :)
BalasHapus